Jika anda masih memiliki lahan pekarangan di sekitar rumah yang masih kosong tidak ada salahnya untuk ditanami. Selain akan menghijaukan lingkungan, jika yang ditanam adalah tanaman buah pasti jika akan menikmati hasilnya. Salah satu tanaman buah yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah jambu air. Jambu air bisa ditanam dengan pot, polibag, ataupun secara langsung di tanah.

Jambu air memiliki banyak jenis dan salah satu yang bisa dijadikan pilihan untuk ditanam di pekarangan adalah jenis jambu air madu. Jambu air madu ini juga masih terbagi menjadi banyak jenis, seperti madu super, kusuma merah, dan yang cukup terkenal adalah deli hijau. Namun penamaan jenis jambu ini sering berbeda di tiap daerah. Jambu air madu terkenal dengan rasa buah yang manis dan tidak memiliki biji.

Untuk menghasilkan buah jambu air madu yang berkualitas dan lebat terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti lingkungan, varietas yang digunakan, sampai dengan perlakuan kita terhadap tanaman tersebut. Perlu diperhatikan juga jika pohon jambu membutuhkan ruang tumbuh yang cukup luas sehingga Anda bisa memilih tempat yang tempat untuk menanamnya. Tips lain untuk menanam jambu air madu adalah sebagai berikut.

Pemeliharaan

Tahap pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit unggul terlebih dahulu jika Anda memilih menanam dari bibit. Selanjutnya adalah tahap pemeliharaan tanaman, mulai dari penanaman bibit sampai tanaman berbuah. Jarak tanam ideal antara 2,5 meter sampai 3 meter. Di samping itu, pemupukan jambu air madu dilakukan kurang lebih tiga bulan setelah masa tanam. Setelah itu tiga bulan kemudian perlu diadakan pemupukan lagi. Pemupukan yang diberikan berupa pupuk kandang seperti kotoran kambing dan pupuk kimia jika diperlukan untuk menunjang pertummbuhan.

Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiraman. Penyiraman dilakukan apabila lingkungan tanaman terlihat kering. Namun jangan sampai tanaman tergenang, terutama jika penanaman dilakukan di polibag atau pot. Selain itu disarankan untuk menjaga kegemburan tanah. Tanah biasanya akan memadat jika air terlalu banyak, oleh karena itu perlu penggemburan. Jika ditanam di dalam pot atau polibag penggantian tanah juga penting untuk ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah tanaman mulai rimbun daunnya. Tujuan pemangkasan di sini adalah di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Cara pemangkasan pertama bisa dilakukan dengan memilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan ni akan membuat tanaman lebih optimal pertumbuhannya karena nutrisi yang dimiliki tanaman akan termanfaatkan secara efektif.

Pengendalian Hama

Pengendalian hama menjadi penting karena buah jambu air madu sering diserang oleh hama tanaman. Hama lalat buah yang perlu lebih diperhatikan. Hal ini untuk menghindari buah menjadi busuk sebelum panen. Selain itu, untuk mengendalikan hama pada tanaman jambu air madu, baik pohon atau buahnya dapat dilakukan dengan cara membungkus buah dengan plastik atau kertas sejak buah masih berukuran kecil. Selain itu bisa juga dengan memasang kelambu untuk mencegah masuknya hama pada tanaman jambu air madu. Untuk memanen buah pilih yang sudah benar-benar matang tanpa merusak batangnya.

Bunga Jambu Rontok dan Cara Menanggulanginya

Pada pohon buah jambu air madu akan memproduksi sejenis hormon yang bertanggung jawab terhadap keselamatan buah. Produksi hormon ini akan berkurang jika tanaman buah jambu kurang sehat, kurang pupuk, telat air, ataupun gangguan lainnya. Jika produksi hormon berkurang, bunga ataubuah yang terlanjur terbentuk akan mudah rontok dan gugur karena tumbuhnya kalus pada bagian ujung tangkai buah yang menempel pada cabang atau ranting tanaman. Hal yang bisa dilakukan adalah usahakan agar kondisi tanah atau media tanam selalu dalam keadaan lembab, bukan menggenang. Selain itu Berikan pupuk yang diperlukan pada fase itu, sesuaikan dengan kondisi tanaman apakah sedang berbunga ataupun berbuah. Jika perlu, berikan hormon buatan juga pada tanaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here